Namun, Nabi Sulaiman bingung. Harus diminum atau tidak. Maka beliau
disarankan oleh menterinya untuk menanyakan kepada landak yang
bijaksana dan berakal. Dan langsung berangkatlah kuda suruhan Nabi
Sulaiman ke lubang Si Landak dan mengajaknya kembali. Namun Si Landak
tidak mau, akhirnya kuda kembali tanpa landak itu. Lalu, Nabi Sulaiman
menyuruh anjing yang hina untuk membawa landak dengan cara yang baik,
jika tidak mau harus dengan cara kasar. Namun, ketika dia menjemput,
malah Si Landak mau datang.
Landak tidak mau datang atas jemputan kuda, karena kuda itu tidak
akan mengatakan hal yang buruk tentang Si Landak. Sedangkan dia mau
datang atas jemputan anjing yang hina karena dia takut dikatakan yang
tidak benar dan dianggap bahwa Si Landak telah durhaka.
Nabi Sulaiman tanya kepada Landak,"Apa aku harus meminumnya atau
tidak?." Landak menjawab,"Sebenarnya air itu sangat baik dan mempunyai
khasiat banyak, namun ada keburukannya, yakni jika anda minum, maka anda
akan hidup sampai hari kiamat dan akan ditinggal mati oleh istri, anak,
sahabat, pasukan, dan tentaranya. Anda akan hidup sendiri." Dari
jawaban Landak yang bijaksana itu, Nabi Sulaiman langsung menghempaskan
Air Ma'al Hayat itu ke Bumi.